Jaman sekarang pernikahan penduduk  antar negara sudah bukan menjadi sesuatu yang langka seiring berjalannya globalisasi. Karena pengaruh globalisasi, penduduk antar negara dari berbagai macam budaya dan latar belakang bertemu, apa lagi jaman sekarang hampir semua orang mempunyai akses internet. Semisal pada jaman kolonialisasi beberapa abad yang lampau, banyak sekali terjadi pernikahan antara penduduk negara induk dengan negara koloni dan pada jaman sekarang banyaknya ekspatriat dari Tiongkok yang bekerja di Afrika membuat pernikahan antara mereka dengan penduduk lokal Afrika. Banyaknya orang muda yang belajar di luar negeri juga memperbesar kemungkinan pernikahan dengan seseorang dari negara lain.  Bahkan bagi mereka yang punya akses internet bisa melakukan hubungan dengan orang orang di negara lain yang bukan sesuatu yang mustahil berakhir ke jenjang pernikahan.

  Namun, perkawinan penduduk antar negara ini bukannya tanpa masalah. Banyak hambatan yang harus dilalui oleh pasangan tersebut semisal masalah legalitas, kewarganegaraan, bahasa, budaya, agama dan ekonomi. Banyak pihak akan tidak menyetujui dan seringkali mendapat tentangan dari orang tua dari kedua belah pihak. Hal ini bisa dipahami mengingat banyaknya kendala yang harus diatasi oleh pasangan tersebut dan memang kendala yang ada tidak mudah diatasi. Di banyak negara, hukum yang mengaturpernikahan bisa berbeda satu sama lain. Contoh, di Indonesia pernikahan harus disahkan oleh salah satu pemuka agama yang bersangkutan untuk mencegah atau mempersulit orang yang berbeda agama untuk menikah. Sementara di banyak negara lain pernikahan tidak perlu disahkan oleh pemuka agama. Hal ini akan sangat menyulitkan apabila agama pasangan berbeda dan harus disahkan melalui hukum Indonesia yang mengharuskan pernikahan untuk disahkan oleh salah satu pemuka agama pasangan. Harus dicari solusi atas masalah masalah seperti ini. Kunci dari pernikahan antar negara dan budaya yang sukses adalah dengan menjalin saling pengertian dan kesabaran dari kedua pasangan. Yang menjadi dasar dan kunci dari pernikahan mereka adalah cinta mereka yang kuat yang mampu menerobos semua halangan dan yang tidak mengenal batas.